Home / Olahraga M88 / 5 Hal yang Dapat Dipelajari dari Comeback Sensasional Liverpool Kontra Dortmund

5 Hal yang Dapat Dipelajari dari Comeback Sensasional Liverpool Kontra Dortmund

Liverpool melaju ke semifinal Europa League 2015/16 m88 dengan kemenangan dramatis atas Borussia Dortmund, di leg kedua perempat final yang berlangsung di Anfield. Reds sempat tertinggal dua kali, namun bangkit dan mengakhiri laga dengan kemenangan 4-3, yang juga mengubah agregat gol menjadi 5-4.

Empat gol Liverpool diciptakan oleh Divock Origi, Philippe Coutinho, Mamadou Sakho, dan Dejan Lovren. Sementara tiga gol Die Borussen dilesakkan oleh Henrikh Mkhitaryan, Pierre-Emerick Aubameyang, dan Marco Reus.

Comeback gemilang Liverpool di Anfield sangat menghibur bagi seluruh pecinta sepak bola Eropa, dan mengangkat derajat Europa League, yang kerap dianggap sebagai kasta kedua turnamen antarklub terbaik Eropa setelah Champions League.

Laga penuh drama di malam Europa League itu menghasilkan banyak fakta-fakta m88 menarik yang dapat dipelajari, dan berikut kelima hal menarik dari laga yang berlangsung di Anfield.

5710194bfb6ee314dc000001

5. Anfield Kembali Ciptakan Momen Magis

Tak terhitung berapa kali Liverpool melakukan comeback gemilang atas lawan-lawannya, meski dalam keadaan sulit. Dukungan pemain ke-12 menghidupkan kembali momen magis Anfield yang angker bagi lawan-lawan yang datang.

Lagu ‘You’ll Never Walk Alone’ berkumandang kencang di Anfield, dan kemenangan melawan Dortmund, menambah catatan mulus Liverpool tiap kali menjamu tim asal Jerman.

“Liverpool tidak pernah kalah di markas (13 kali) m88 tiap melawan tim asal Jerman di kompetisi Eropa (10 kali menang, imbang tiga kali). Tangguh,” kicau akun Twitter @OptaJoe.

4. Kesalahan Dortmund

Sempat tertinggal 1-3, Liverpool mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Namun Dortmund asuhan Thomas Tuchel tetap bermain dengan pressing tinggi, dan memajukan garis bertahan.

Hal itu beresiko membuka celah bagi Liverpool yang pada akhirnya memenangi laga. Dortmund memilih tidak bermain bertahan total untuk menjaga agar gawangnya tidak kebobolan lagi. Padahal jika Dortmund mampu menjaga skor tetap 3-3, mereka lolos ke semifinal dengan agretivitas gol tandang di agregat gol 4-4.

Selain itu, Tuchel juga terlalu lama memberi keputusan mengganti pemain ketika terus diserang Liverpool. Gonzalo Castro dan Julian Weigl bukan gelandang jangkar atau pemain yang memiliki naluri bertahan murni, dan Tuchel baru memasukkan m88 Matthias Ginter ketika Liverpool menemukan momentumnya.

3. Dalang di Balik Semangat Juang Liverpool
Perlahan tapi pasti, para pemain Liverpool tidak hanya memahami filosofi gegenpressing Jurgen Klopp, namun juga semangat juang bermain hingga laga berakhir, yang jadi ciri khas klub asuhan Klopp.

Manajer asal Jerman memiliki karisma dan semangat berapi-api ketika mendampingi timnya di area teknis, dan tak kenal lelah memberi semangat. Perjuangan Klopp dibalas dengan penampilan heroik para pemainnya, yang akhirnya memberi kemenangan dramatis.

Klopp membangkitkan gairah bermain Liverpool m88 yang telah lama hilang beberapa musim terakhir, dan legenda hingga publik Anfield sangat menghormati pria berusia 48 tahun itu.

2. Kenangan Istanbul 2005
Comeback gemilang Liverpool yang berakhir kemenangan ini, mengingatkan fans akan magis Istanbul, Turki di final Champions League pada 2005. Saat Anfield Gank kembali dari ketertinggalan 0-3 atas AC Milan, menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dan memenangi drama adu penalti.

Kali ini Liverpool melakukannya dua kali saat tertinggal 0-2, 1-3, hingga menyamakan kedudukan 3-3 dan memenanginya dengan skor 4-3. Lebih hebatnya lagi, momen spesial itu terjadi di depan fans fanatiknya.

“Ini kali pertamanya sejak Istanbul pada 2005, Liverpool memenangi laga Eropa setelah tertinggal m88 dua gol,” kicau akun Twitter @Squawka.

1. Senjata Rahasia Liverpool

Kunci keberhasilan Liverpool melangkah ke semifinal bukan hanya karena semangat juang, dan kehebatan lini tengah hingga depan Liverpool. Namun karena kolektivitas bermain, hingga semua pemain bisa mencetak gol.

Tak peduli darimana gol berasal, Liverpool juga memiliki senjata rahasia pada diri Lovren dan Sakho. Kedua bek yang jadi andalan Klopp di pertahanan Liverpool belakangan ini, tak hanya taktis bertahan, namun juga mencetak gol. Bahkan gol Lovren menentukan kemenangan tim.

“Dejan Lovren baru saja mencetak gol keduanya untuk Liverpool di laga ke-70 untuk klub. Comeback,” kicau akun Twitter @OptaJoe.