Home / Olahraga M88 / 5 Hal yang Dapat Dipelajari dari Laga Manchester United vs Liverpool di Europa League

5 Hal yang Dapat Dipelajari dari Laga Manchester United vs Liverpool di Europa League

North West Derby yang berlangsung di turnamen antarklub Eropa antara Liverpool dengan Manchester United, berakhir dengan keunggulan Liverpool. M88 Reds mampu menyingkirkan United di 16 besar Europa League berkat keunggulan agregat gol 3-1, setelah menang 2-0 di leg pertama di Anfield, dan imbang 1-1 di Old Trafford.

Statistik atau catatan kemenangan Louis van Gaal atas skuat besutan Jurgen Klopp boleh lebih baik dari enam pertemuan terakhir kedua klub. Namun hal itu hanya masa lalu, dan saat ini Liverpool menunjukkan pentingnya memenangi Europa League, untuk menjaga asa meraih trofi dan bermain di Champions League musim depan.

Laga berlangsung baik bagi United yang mendominasi penguasaan bola, m88.com dan juga Liverpool yang efektif menyerang. Namun dua fakta itu hanya sedikit bagian, dari hal-hal yang bisa dipelajari. Ada lima hal lainnya yang bisa dipelajari dari laga yang berlangsung di Old Trafford, apa sajakah itu

5. Fans Sudah Muak dengan Van Gaal

Manchester United's Dutch manager Louis van Gaal applauds supporters after the UEFA Europa League round of 16, second leg football match between Manchester United and Liverpool at Old Trafford in Manchester, north west England on March 17, 2016. The game ended 1-1, Liverpool going through 3-1 on aggregate. / AFP / OLI SCARFF        (Photo credit should read OLI SCARFF/AFP/Getty Images)
Suporter Setan Merah sudah muak dengan manajer United, m88a bahkan ia dianggap lebih buruk ketimbang David Moyes. Van Gaal jadi bahan ejekan di media sosial, khususnya Twitter, karena melakukan dua pergantian aneh saat mengganti Marcos Rojo dan Michael Carrick.

Fans menilai Van Gaal terlalu bermain aman dan tidak ingin mengambil resiko. Lebih lagi, mereka menilai The Iron Tulip tak mampu memotivasi anak-anak asuhnya untuk mencari kemenangan, karena di babak kedua mudah kehilangan bola dan tampak pasrah gagal melaju ke fase berikutnya.

“Jelas ini seharusnya menjadi akhir Van Gaal. Tak ada niatan untuk m88cvf mencoba memenangi laga di babak kedua. Keputusan mengganti pemain yang mengejutkan,” kicau @TuftyMUFC.

“Dibutuhkan rencana matang dan usaha untuk menjadi lebih buruk dari Moyes, dan LvG melakukannya. Pria itu benar-benar jenius,” sindir @BusbyMUFC.

“LvG menepis kritikan yang ditujukan kepadanya dengan m88a terlalu banyak memainkan pemain muda. (Marcus) Rashford dan (Guilermo) Varela terlalu banyak bermain saat ini,” kicau @writtenoff_mufc.

4. Magis Coutinho

MANCHESTER, ENGLAND - MARCH 17:  Philippe Coutinho of Liverpool takes on Jesse Lingard, Daley Blind and Michael Carrick of Manchester United during the UEFA Europa League round of 16, second leg match between Manchester United and Liverpool at Old Trafford on March 17, 2016 in Manchester, England.  (Photo by Clive Brunskill/Getty Images)
Tak salah memang fans Liverpool sangat berharap Philippe m88vina Coutinho selalu fit sepanjang musim. Peranannya sangat krusial dalam permainan The Kop, dan kerap menjadi pembeda dengan gol atau assist-nya.

Coutinho tahu cara menjatuhkan harapan United yang kadung membumbung tinggi setelah Martial mencetak gol. Ia menunjukkan magisnya melakukan solo run, melewati Varela dan mencungkil bola melewati David de Gea.

3. Mental United di Eropa Bermasalah

Manchester United's Spanish midfielder Juan Mata (2nd R) reacts as he leaves the pitch after the UEFA Europa League round of 16, second leg football match between Manchester United and Liverpool at Old Trafford in Manchester, north west England on March 17, 2016. The game ended 1-1, Liverpool going through 3-1 on aggregate. / AFP / OLI SCARFF        (Photo credit should read OLI SCARFF/AFP/Getty Images)
United di era keemasannya bersama Sir Alex Ferguson, disegani m88asia lawan-lawannya di Eropa, karena memiliki mental baja. Namun sejak pensiun pada 2013, dan United bermain di Champions League serta Europa League.

Ada perubahan mental yang sangat terlihat. Lawan tak lagi gentar menghadapi United, dan hal itu terlihat nyata dari enam laga terakhir mereka saat ini, di turnamen antarklub Eropa.

“Manchester United hanya menang sekali dari enam laga terakhir di Eropa. Menurun,” kicau akun Twitter @OptaJoe.

Menilik beberapa laga terakhir. United kalah dari Liverpool, link m88 VFL Wolfsburg dan Midtjylland di markas lawan, dan bermain imbang dua kali di Old Trafford.

2. Atmosfir Old Trafford

Flares are lit by the Liverpool supporters during the UEFA Europa League round of 16, second leg football match between Manchester United and Liverpool at Old Trafford in Manchester, north west England on March 17, 2016. The game ended 1-1, Liverpool going through 3-1 on aggregate. / AFP / OLI SCARFF        (Photo credit should read OLI SCARFF/AFP/Getty Images)
Beruntung pihak keamanan bisa mendamaikan suporter masing-masing klub, m88 link yang sudah berseteru sejak dahulu. Fans United bahkan menambah panas atmosfir, saat membentangkan spanduk bertuliskan ‘pembunuh’ untuk fans Liverpool yang datang ke Manchester.

Hal itu berkaitan dengan tragedi Heysel yang terjadi pada 29 Mei 1985. Beruntung provokasi fans United itu tak berujung keributan antar kedua fans klub, meski di dalam stadion sempat ada flare yang dinyalakan fans Liverpool setelah Coutinho mencetak gol.

Meski terasa menegangkan, ada sisi positif di mana atmosfir di Old Trafford tak pernah padam hingga laga berakhir. Kedua suporter saling melontarkan balas-balasan chant, untuk menghina klub lawan m88sb dan memberi dukungan tim favoritnya.

1. Liverpool “Lebih Dewasa”

MANCHESTER, ENGLAND - MARCH 17:  Jurgen Klopp, manager of Liverpool celebrates a 3-1 aggregate victory after the UEFA Europa League round of 16, second leg match between Manchester United and Liverpool at Old Trafford on March 17, 2016 in Manchester, England.  (Photo by Clive Brunskill/Getty Images)
Liverpool tahu sudah unggul 2-0 sejak kemenangan di Anfield, m88ind dan Klopp pintar mensiasati taktik timnya di leg kedua. Meski memulai laga dengan meragukan, dan beruntung memiliki pemain jenius seperti Coutinho.

Jordan Henderson dan kawan-kawan bermain defensif di babak kedua, membuat United frustrasi dan kerap memberikan ancaman via serangan balik. Andai lebih tajam dalam mengonversi peluang menjadi gol, bisa jadi Liverpool bisa menyakitkan United di Old Trafford.